Inilah Resiko Rumah KPR Tidak Ditempati
FOTO : ISTIMEWA

Inilah Resiko Rumah KPR Tidak Ditempati

Oleh : REDAKSI | TRIBUNINDONESIA.COM | 22 Mei 2017 11:45:21 WIB

TRIBUNINDONESIA.com - Rumah yang dibeli melalui kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mesti ditempati atau tidak boleh dibiarkan kosong. Jika dibiarkan kosong, maka fasilitas seperti bunga murah akan hilang.

"Konversi kredit dari bunga murah ke mahal, dari bunga subsidi ke komersial," kata Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono seperti ditulis di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Dia mengatakan, rumah subsidi tak boleh dibiarkan kosong maksimal setahun. Dia bilang, jika KPR subsidi dikonversi ke KPR biasa, maka bunga yang dibayarkan akan lebih mahal.

"Debiturnya yang dapat 5 persen misalnya angsuran katakan Rp 700 ribu. Kemudian kita tarik, bank kan menggunakan 100 persen dana bank mahal. Kena 13 persen, kan dua kali lipat," ujar dia.

Dia mengatakan, KPR subsidi mesti tepat sasaran kepada pihak yang membutuhkan. Supaya tepat sasaran, maka pihaknya akan melakukan monitoring guna mengetahui rumah-rumah itu benar ditempati.

"Jadi ada tahapannya hasil monitoring ke lapangan, misalnya diketahui kosong, kosong itu akan rinci lagi kosongnya kenapa. Misalnya PNS pindah tugas, itu kita tolerir. Tapi kalau memang kosong, sudah punya rumah di mana, kita proses, kita panggil dulu. Kemudian kita kasi kesempatan lagi 3 bulan, kedua 3 bulan lagi, nanti kita minta bank untuk debitur ini, hasil monitor, dikasih kesempatan ini, maka sesuai dengan peraturan akan kita tarik," jelas dia.

Dia menambahkan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan PT PLN (Persero). Dengan data PLN, maka bisa diketahui rumah mana yang benar-benar ditempati atau tidak.

"Kita jajaki kerjasama PLN, kita bisa mengakses data PLN. Kan ada rekening PLN. Kita lihat penggunaan pulsa seperti apa, kalau minim kosong berarti kosong itu. Masa dihuni minimum terus, kan pasti ada nyala listrik kulkas televisi," tutup dia.

Komentar Berita

TRIBUN TERKINI
Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:56:26 WIB

Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Sultan Johor Sultan Ibrahim Ibni Sultan Iskandar. Dia mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan kebudayaan negeri sendiri daripada mengikuti trend budaya Arab. (Ist) SHNet, Jakarta – Sultan Johor mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan budaya mereka daripada mencoba

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:41:18 WIB

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Dua kapal selam Angkatan Laut Rusia dan sebuah kapal selam telah menembakkan enam rudal jelajah Kalibr pada target Negara Islam di Suriah, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Militan yang selamat dari serangan tersebut kemudian terbunuh dalam serangan udara. Rudal tersebut diluncurkan dari kapal

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:16:44 WIB

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Pemerintah menanggapi dingin rencana Dewan Perwakilan Rakyat membekukan pembahasan anggaran KPK dan Polri. Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, malah bingung dengan rencana DPR tersebut. Menurut dia, rencana itu tidak akan berdampak apa-apa. "Ya, enggak berdampaklah. Penyusunan

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:48:27 WIB

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Xin Shu Seorang tentara yang bekerja selama KTT G20 di China telah dipuji sebagai 'pengawal atau bodyguard yang paling cantik' di situs media sosial China. Ketika para pemimpin dunia bertemu untuk membahas isu-isu penting di Hangzhou, media sosial China lebih terfokus pada

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:15:52 WIB

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Sebuah video animasi persembahan frontroll.com dalam menyampaikan Selamat Hari Raya Idhul Fitri Minal 'Aidin Wal Faizin 1438 H . Di ceritakan disana bahwa Indonesia berada di urutan ke 4 di Dunia dengan jumlah populasi nya. Dengan berbagai suku terbanyak di dunia juga dengan hampir