Terkait Operasi Ramadniya, Kapolri Tekankan Keamanan di Setiap Wilayah
FOTO : ISTIMEWA

Terkait Operasi Ramadniya, Kapolri Tekankan Keamanan di Setiap Wilayah

Oleh : REDAKSI | TRIBUNINDONESIA.COM | 19 Juni 2017 11:58:35 WIB

TRIBUNINDONESIA.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menekankan kepada personel gabungan untuk menjaga stabilitas pangan, antisipasi kemacetan dan menciptakan keamanan yang kondusif baik dari kejahatan konvensional hingga terorisme dalam Operasi Ramadniya 2017, terkait Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Apel gelar pasukan Operasi Ramadniya merupakan operasi kepolisian terpusat 2017. Operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan hari raya, sekaligus mengantisipasi keamanan di bulan Ramadan. Apel ini merupakan konsolidasi formal bagi kita. Meski sejumlah operasi pendahuluan sudah dilakukan," ujar Tito, di Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Dikatakannya, ada tiga hal yang menjadi atensi Presiden Joko Widodo terkait pengamanan Hari Raya Idul Fitri. Pertama, masalah stabilitas bahan pangan agar tidak terjadi kenaikan supaya masyarakat merasa tidak diberatkan.

"Kedua, presiden menggarisbawahi perlunya memberikan keamanan dan kenyamanan selama bulan Ramadan, lebih lagi even setahun sekali Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar umat Islam, mayoritas di negeri ini. Kita diminta amankan kejahatan konvensional, copet, jambret, todong, dan lainnya. Termasuk ancaman terorisme. Ketiga, presiden minta dalam rapat kabinet agar antisipasi arus mudik dan balik nggak terjadi peristiwa Brexit (Brebes Exit) yang sengsarakan masyarakat," katanya.

Ia menuturkan, Polri, TNI dan instansi terkait sudah melaksanakan sejumlah langkah terkait tiga antensi presiden tersebut. Terkait stabilitas harga pangan, sudah dibentuk Satgas Pangan untuk menjaga stabilitas bahan bangan bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bulog, dan instansi lainnya.

"Alhamdulillah sampai hari ini stabilitas harga terjaga dan dapat apresiasi. Harga sembako relatiif stabil, dipastikan cukup. Namun, yang perlu diwaspadai distribusi. Satgas pangan sudah menindak lebih dari 70 kasus. Efek deterence cukup besar bagi kartel. Ada beberapa komoditas naik, seperti gula, tapi nggak signifikan. Kita lakukan upaya," jelasnya.

Terkait ancaman terorisme, Tito telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan tindakan proaktif untuk pencegahan dan deteksi potensi terisme.

"Polri tangkap 36 orang dan ditahan, baik yang terkait di Kampung Melayu dan ada beberapa yang miliki rencana teror di Jambi. Mereka fasilitasi keberangkatan terorist fighter ke Marawi, dan beberapa waktu lalu ada sejumlah pelaku di Bima yang rencananya bom pada Kantor Polsek di Kabupaten Bima. Berikut disita barang bukti bom dan alat bom lainnya. Rencananya akan diledakkan kemarin malam tapi berhasil digagalkan," terangnya.

"Ada juga penangkapan lain di Kendal, Jawa Timur dan di Sulawesi. Saya minta jajaran yang menangani terus bekerja nggak boleh sampai ada celah yang membuat mereka beraksi," tambahnya.

Menyoal kejahatan konvensional, kata Tito, Polri fokus pada rumah kosong yang ditinggal mudik.

"Saya perintahkan pengamanan khusus bersama warga, penitipan kendaraan di kantor yang ada, dan kejahatan yang lain seperti di stasiun, terminal, bandara, premanisme, jambret, copet, tukang hipnotis, pencuri tas, smua jadi fokus untuk dibersihkan agar masyarakat nyaman ketika mudik. Begitu juga terjadi arus balik. Kita harus jamin keamanan dan kenyanan masyarakat," jelasnya.

Tito melanjutkan, presiden meminta agar mengantisipasi kemacetan arus mudik dan balik. Sudah dilakukan rapat bersama TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Pertamina, dan sejumah stakeholder lain untuk melakukan langkah bersama secara sinergi.

Ia mengungkapkan, pemerintah membangun 110 kilometer jalur tol dari Brebes Timur sampai Gringsing, tahun ini. Maka, diharapkan kepadatan arus lalu lintas dapat berkurang.

"Kita siapkan Posko bersama melayani masyarakat yangg kesulitan. Posko anggota Polri, TNI, instansi kesehatan, instansi Pertamina untuk layanan BBM, dan ATPM untuk bengkel. Kalau ada kesulitan mereka akan menghubungi dari kesehatan, Polri, TNI, Pertamina dan montir ada yang siap dengan kendaraan roda dua, di tengah kemacetan bisa membantu," ucapnya.

Tito menegaskan, aparat keamanan harus siap dan harus memiliki komitmen bersama. "Ini tugas mulia untuk kita. Kita memang dibayar negara untuk bekerja seperti ini. Mereka berlebaran, liburan, kita justru hadapi puncak kegiatan. Ini risiko untuk abdi negara. Siapa lagi yang amankan rakyat kalau bukan kita. Saya minta sinergi diantara kita. Nggak bisa dikerjakan satu pihak saja, Polri sendiri, TNI sendiri, Pemda sendiri, tapi harus bersama semua stakeholder terkait. Bahkan unsur masyarakat kita libatkan untuk sama-sama melakukan operasi kemanusiaan ini. Inilah tugas suci di bulan Ramadan."

Ia mengimbau, kepada aparat agar mempersiapkan fisik yang prima karena dalam menjalankan tugas banyak menyita tenaga, pikiran, fisik, dan psikis.

"Lakukan profesional, gangguan ditangkap, preman, calo, jangan dilakukan secara berlebihan apalagi kekerasan berlebihan. Kecuali ada ancaman yang membahayakan petugas atau masyarakat jangan ragu lakukan upaya paksa, karena negara beri kita kewenangan lakukan upaya paksa sesuai aturan," tandasnya.

Komentar Berita

TRIBUN TERKINI
Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:56:26 WIB

Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Sultan Johor Sultan Ibrahim Ibni Sultan Iskandar. Dia mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan kebudayaan negeri sendiri daripada mengikuti trend budaya Arab. (Ist) SHNet, Jakarta – Sultan Johor mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan budaya mereka daripada mencoba

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:41:18 WIB

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Dua kapal selam Angkatan Laut Rusia dan sebuah kapal selam telah menembakkan enam rudal jelajah Kalibr pada target Negara Islam di Suriah, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Militan yang selamat dari serangan tersebut kemudian terbunuh dalam serangan udara. Rudal tersebut diluncurkan dari kapal

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:16:44 WIB

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Pemerintah menanggapi dingin rencana Dewan Perwakilan Rakyat membekukan pembahasan anggaran KPK dan Polri. Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, malah bingung dengan rencana DPR tersebut. Menurut dia, rencana itu tidak akan berdampak apa-apa. "Ya, enggak berdampaklah. Penyusunan

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:48:27 WIB

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Xin Shu Seorang tentara yang bekerja selama KTT G20 di China telah dipuji sebagai 'pengawal atau bodyguard yang paling cantik' di situs media sosial China. Ketika para pemimpin dunia bertemu untuk membahas isu-isu penting di Hangzhou, media sosial China lebih terfokus pada

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:15:52 WIB

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Sebuah video animasi persembahan frontroll.com dalam menyampaikan Selamat Hari Raya Idhul Fitri Minal 'Aidin Wal Faizin 1438 H . Di ceritakan disana bahwa Indonesia berada di urutan ke 4 di Dunia dengan jumlah populasi nya. Dengan berbagai suku terbanyak di dunia juga dengan hampir