Polri Tolak Permintaan Pansus Jemput Paksa Miryam Haryani
FOTO : ISTIMEWA

Polri Tolak Permintaan Pansus Jemput Paksa Miryam Haryani

Oleh : REDAKSI | TRIBUNINDONESIA.COM | 19 Juni 2017 18:49:40 WIB

TRIBUNINDONESIA.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan tidak akan menuruti permintaan Pansus Angket untuk panggil paksa Miryam S Haryani dan Pihak KPK apabila tiga kali tak hadir dalam rapat pansus di DPR RI.

Menurut Kapolri, aturan dalam pasal 204 UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 tidak dijelaskan berdasarkan hukum acaranya.  Sehingga perintah menghadirkan paksa seseorang dalam rapat pansus menjadi .

"Kalau ada permintaan teman-teman DPR untuk panggil paksa kemungkinan besar tidak kami laksanakan karena ada hukum acara yang belum jelas didalam UU-nya," kata Tito di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 19 Juni 2017.

Tito mengaku berdasarkan pengalaman sebelumnya Kepolisian sudah mengkaji internal terkait permintaan untuk menghadirkan orang yang dipanggil DPR. Dalam kajian itu diputuskan Kepolisian tidak bisa memenuhi setiap permintaan tersebut, sebab mereka juga perlu mematuhi aturan yang tertuang dalam hukum acara pidana.

"Kalau kami lihat KUHAP upaya paksa itu sama dengan penangkapan. Itu pro justicia dalam rangka peradilan sehingga (UU MD3) terjadi kerancuan hukum," kata mantan Kapolda Papua itu.

Lebih jauh, Tito mempersilakan anggota pansus angket di DPR meminta fatwa lebih dahulu ke Mahkamah Agung, atau meminta ahli hukum mengemukakan pandangannya. Kendati demikian sejauh ini sikap Polri dikatakan Tito akan tetap berpegang teguh pada aturan KUHAP.

"Silakan ahli hukum sampaikan pendapatnya. Atau dari DPR RI minta fatwa ke MA biar jelas tapi yang jelas dari Kepolisian ini memandang hukum acaranya tidak jelas," kata Tito.

Sebelumnya Anggota Pansus Hak Angket KPK, Bambang Soesatyo mengancam pihaknya akan meminta bantuan Polri untuk menghadirkan paksa Miryam S Haryani. Ini tertuang dalam Pasal 204 UU MD3 yang memperbolehkan adanya pemanggilan paksa oleh Kepolisian.


Sumber : viva.co.id

Komentar Berita

TRIBUN TERKINI
Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:56:26 WIB

Sultan Johor : Stop Adopsi Praktik Kebudayaan Arab.

Sultan Johor Sultan Ibrahim Ibni Sultan Iskandar. Dia mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan kebudayaan negeri sendiri daripada mengikuti trend budaya Arab. (Ist) SHNet, Jakarta – Sultan Johor mengingatkan warga Malaysia untuk mempertahankan budaya mereka daripada mencoba

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:41:18 WIB

Rusia Menembakan 6 Peluru Kendalinya Ke ISIS Di Suriah

Dua kapal selam Angkatan Laut Rusia dan sebuah kapal selam telah menembakkan enam rudal jelajah Kalibr pada target Negara Islam di Suriah, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Militan yang selamat dari serangan tersebut kemudian terbunuh dalam serangan udara. Rudal tersebut diluncurkan dari kapal

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Jumat, 23 Juni 2017 - 13:16:44 WIB

DPR Ancam Boikot Anggaran KPK-Polri, Sri Mulyani: Tak Berdampak

Pemerintah menanggapi dingin rencana Dewan Perwakilan Rakyat membekukan pembahasan anggaran KPK dan Polri. Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, malah bingung dengan rencana DPR tersebut. Menurut dia, rencana itu tidak akan berdampak apa-apa. "Ya, enggak berdampaklah. Penyusunan

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:48:27 WIB

Xin Shu Bodyguard Perempuan Tercantik Di Dunia

Xin Shu Seorang tentara yang bekerja selama KTT G20 di China telah dipuji sebagai 'pengawal atau bodyguard yang paling cantik' di situs media sosial China. Ketika para pemimpin dunia bertemu untuk membahas isu-isu penting di Hangzhou, media sosial China lebih terfokus pada

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Jumat, 23 Juni 2017 - 12:15:52 WIB

Hari Kemenangan Dalam Persaudaran.

Sebuah video animasi persembahan frontroll.com dalam menyampaikan Selamat Hari Raya Idhul Fitri Minal 'Aidin Wal Faizin 1438 H . Di ceritakan disana bahwa Indonesia berada di urutan ke 4 di Dunia dengan jumlah populasi nya. Dengan berbagai suku terbanyak di dunia juga dengan hampir