Ini Surat Sungguh Arogan, dengan Lambang Garuda Surat Begini Muncul di DPR
FOTO : ISTIMEWA

Ini Surat Sungguh Arogan, dengan Lambang Garuda Surat Begini Muncul di DPR

Oleh : REDAKSI | TRIBUNINDONESIA.COM | 20 Juni 2017 07:30:00 WIB

TRIBUNINDONESIA.com - Panitia Khusus (Pansus) hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan untuk menempuh proses hukum terhadap KPK karena menilai komisi antirasywah itu arogan.

Hal itu berkaitan dengan isi surat KPK yang menjawab permintaan pansus angket untuk menghadirkan mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.

Terutama pada poin nomor dua surat KPK, yang menyebutkan tentang pendapat KPK bahwa upaya menghadirkan Miryam dalam pansus dikualifikasikan sebagai suatu tindakan yang mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung maupun tidak langsung proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan. Adapun Miryam saat ini berstatus tahanan KPK.

Sejumlah anggota pansus merasa keberatan. Pertimbangan untuk menyeret KPK ke jalur hukum pun akan dibahas dalam rapat internal pansus.

"Itu nanti perlu kami diskusikan lagi di rapat internal karena ini baru pemanggilan pertama. Meski bisa dikategorikan pelecehan terhadap parlemen tapi saya menilai kita masih bisa kasih kesempatan pada KPK," kata Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Risa Mariska seusai rapat pansus, Senin (19/6/2017).

Isi surat tersebut pertama disinggung oleh Anggota Pansus dari Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang. Menurut dia, poin nomor dua tersebut mengarah pada pelecehan terhadap parlemen (contempt of parliament).

Menurut Junimart, kerja pansus dijamin oleh konstitusi dan mekanisme pemanggilan Miryam telah tercantum dalam Pasal 204 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR DPD, dan DPRD (UU MD3).

Pansus, sambung dia, berwenang dan bisa memanggil siapapun. Anggota Komisi III DPR itu juga menyoroti lambang burung garuda yang dibubuhkan dalam surat KPK.

"Ini surat sungguh arogan menurut saya, dengan lambang garuda pancasila, surat begini muncul di DPR. Oleh karena itu saya meminta agar surat ini disikapi secara hukum khususnya pada poin dua," kata Junimart.

Adapun Anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, John Kennedy Azis sependapat dengan Junimart. Ia bahkan melihat surat juga KPK bernada ancaman.

"Saya berpendapat poin dua sudah berbau ancaman. Karena pansus dibentuk secara sah saya dapat menyatakan pula bahwa sudah terjadi contempt of parliament dalam konteks ini. Saya berharap ditindaklanjuti," ujarnya.

Adapun Anggota Pansus dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani berpendapat, seharusnya KPK menawarkan jalan tengah jika tak bisa mengizinkan Miryam datang ke rapat pansus. Misalnya, dengan menawarkan akses pemeriksaan bagi anggota pansus terhadap Miryam yang kini berstatus tahanan KPK. Ia mencontohkan pada kasus mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar.

"Contoh saat Patrialis ditangkap, kemudian majelis kehormatan MK, kan juga boleh dikasih akses periksa walaupun hanya di sana. Nah, harusnya KPK hadir dengan tawaran jalan tengah, misal kami tawarkanlah, 'kami fasilitasi pansus hak angket yang dateng kemari'," ucap Arsul.

Alih-alih langsung menuding pansus menghalangi proses penegakan hukum (obstruction of justice), KPK semestinya bertanya terlebih dahulu dan tak langsung menyimpulkan. Ia juga menilai KPK terlalu berkutat pada penafsiran salah satu Undang-undang saja.

"Malah ngancam lagi, obstruction of justice. Itu menurut saya kekurang ajaran kelembagaan terhadap lembaga negara," ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Komentar Berita

TRIBUN TERKINI
Tips Hemat Untuk Traveller Millenial

Selasa, 11 Juli 2017 - 11:33:18 WIB

Tips Hemat Untuk Traveller Millenial

Backpacking saat ini menjadi salah satu kegemaran yang diminati oleh banyak kaum millenial. Didukung dengan kehadiran jasa penerbangan dengan harga murah, ditambah kemunculan penyedia jasa akomodasi dengan harga miring bahkan gratis, semakin memberikan akses bagi para millenial dengan jiwa

Inilah Transfer Pemain di Musim 2017/2018

Selasa, 11 Juli 2017 - 11:13:21 WIB

Inilah Transfer Pemain di Musim 2017/2018

Liga-liga sepakbola Eropa telah usai. Kini saatnya para klub kembali meramu strateginya dengan mencari pemain-pemain terbaik. Siapa saja yang hengkang dan siapa yang direkrut? Siapa pelatih yang diganti atau mengundurkan diri? Akankah ada rekor pembelian termahal musim ini? Berikut daftar

Terobosan Terbaru Jack Ma , Supermarket Tanpa Kasir

Selasa, 11 Juli 2017 - 10:34:58 WIB

Terobosan Terbaru Jack Ma , Supermarket Tanpa Kasir

Jack Ma tidak mempunyai supermarket , namun dengan terobosan teknologinya yang sudah di terima di hampir seluruh pelosok di China ini , Jack Ma merambah bisnisnya ke dunia retail. Supermarket tanpa kasir dan salesman , layaknya supermarket konvensional , sekarang harus berhadapan dengan Jack Ma

Luis Milla Hanya Membawa 24 Pemain ke Kualifikasi Piala Asia U-23

Selasa, 11 Juli 2017 - 10:31:33 WIB

Luis Milla Hanya Membawa 24 Pemain ke Kualifikasi Piala Asia U-23

Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-22, Luis Milla hanya membawa 24 pemain ke Kualifikasi Piala Asia U-23. Milla mengaku memutuskan itu karena masih ragu untuk membawa semua pemain ke Bangkok, Thailand. Kualifikasi Piala Asia U-23 akan dilaksanakan pada 19 hingga 23 Juli 2017. Timnas U-16

Selasa Pagi, IHSG Dibuka Menguat 0,03%

Selasa, 11 Juli 2017 - 10:14:17 WIB

Selasa Pagi, IHSG Dibuka Menguat 0,03%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,74% pada Senin (10/7/2017) atau turun 43,29 poin ke level 5.771,51, setelah dibuka stagnan di posisi 5.814,79. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG telah bergerak di kisaran 5.769,34 – 5.826,31. Dari 557 saham yang diperdagangkan hari